sering kali aku dan dia ngobrol tentang banyak hal, masalah sosial, kesehatan, keluarga, permasalahan kami, atau bahkan hanya sekedar untuk sayang-sayangan ;p
beberapa waktu terakhir, kami banyak ngobrol tentang rasa dan terlebih tentang dia dan keluarganya. seperti halnya banyak orang saat merasa semua masalah datang diwaktu yang bersamaan, ketika setiap masalah seakan datang tanpa bergiliran, seolah mereka tidak perduli ketika kita semakin mengeluh (ternyata masalah itu datang dengan petentang-petenteng).
berbagai jurus untuk mengoloknya dan seribu langkah yang coba kita susun untuk kita lari dari masalah itu seakan tidak pernah tuntas dan bikin kita semakin jengah, Ya kami juga termasuk diantara kalian, kami juga seringkali merasakannya.
kami berperan secara bergantian, kemaren dia yang sedang perlu banyak didengar.
masalah yang ada...
(ya seperti yang biasa kita lakukan) mengatur strategi seribu langkah untuk berlari, dan seribu kata-kata untuk mencemooh kehadiran masalah itu... membuat seakan semua reaksi yang aku hadirkan semuanya salah :D karena sekali lagi ternyata tidak seperti apa yang dia inginkan.
kemaren malam ada saat dimana dia berposisi sebaliknya, dia menempati posisiku, dan posisinya ditempati oleh salah satu sahabat terdekatnya. seribu detik waktu dia curahkan untuk mendengar, dan ketika tiba saat dia harus berkata-kata, dia tersenyum dan tertawa mendengar semua keluhan yang disampaikan oleh sahabatnya itu. setiap dia berkata sedikit sahabatnya sudah melawan dengan seribu kali lipat fakta pribadi yang dirasakan sebaliknya.
sesaat kemudian obrolan tersebut selesai, tapi dia tetap tersenyum dan tertawa.
dia seakan melihat dirinya disitu, dirinya disaat dia marah-marah, saat dia merasa semua jawaban dan keadaan yang ada disekitarnya haruslah sama seperti apa yang dia mau.... dia tersenyum lalu tertawa....
ternyata selama ini, seringkali permasalahan yang ada adalah, kita lari dari masalah yang kita hadapi, kita egois karena hanya ingin mendengar dan melihat apa yang kita inginkan, kita menjadi tuli dan buta sementara akan semua hal yang ternyata kita butuhkan.
dan semua bermula dari tertawa, menertawakan diri sendiri...
menertawakan kebodohan diri sendiri, ternyata awal yang baik.
terimakasih cinta... aku belajar banyak hal bersamamu...
beberapa waktu terakhir, kami banyak ngobrol tentang rasa dan terlebih tentang dia dan keluarganya. seperti halnya banyak orang saat merasa semua masalah datang diwaktu yang bersamaan, ketika setiap masalah seakan datang tanpa bergiliran, seolah mereka tidak perduli ketika kita semakin mengeluh (ternyata masalah itu datang dengan petentang-petenteng).
berbagai jurus untuk mengoloknya dan seribu langkah yang coba kita susun untuk kita lari dari masalah itu seakan tidak pernah tuntas dan bikin kita semakin jengah, Ya kami juga termasuk diantara kalian, kami juga seringkali merasakannya.
kami berperan secara bergantian, kemaren dia yang sedang perlu banyak didengar.
masalah yang ada...
(ya seperti yang biasa kita lakukan) mengatur strategi seribu langkah untuk berlari, dan seribu kata-kata untuk mencemooh kehadiran masalah itu... membuat seakan semua reaksi yang aku hadirkan semuanya salah :D karena sekali lagi ternyata tidak seperti apa yang dia inginkan.
kemaren malam ada saat dimana dia berposisi sebaliknya, dia menempati posisiku, dan posisinya ditempati oleh salah satu sahabat terdekatnya. seribu detik waktu dia curahkan untuk mendengar, dan ketika tiba saat dia harus berkata-kata, dia tersenyum dan tertawa mendengar semua keluhan yang disampaikan oleh sahabatnya itu. setiap dia berkata sedikit sahabatnya sudah melawan dengan seribu kali lipat fakta pribadi yang dirasakan sebaliknya.
sesaat kemudian obrolan tersebut selesai, tapi dia tetap tersenyum dan tertawa.
dia seakan melihat dirinya disitu, dirinya disaat dia marah-marah, saat dia merasa semua jawaban dan keadaan yang ada disekitarnya haruslah sama seperti apa yang dia mau.... dia tersenyum lalu tertawa....
ternyata selama ini, seringkali permasalahan yang ada adalah, kita lari dari masalah yang kita hadapi, kita egois karena hanya ingin mendengar dan melihat apa yang kita inginkan, kita menjadi tuli dan buta sementara akan semua hal yang ternyata kita butuhkan.
dan semua bermula dari tertawa, menertawakan diri sendiri...
menertawakan kebodohan diri sendiri, ternyata awal yang baik.
terimakasih cinta... aku belajar banyak hal bersamamu...
love u so much

