Selasa, 16 Desember 2008

Kebebasan

Kebebasan beda arti dengan keBebasan, beda penggunaan huruf kapital yang berarti perbedaan penegasan...

begitu kira2 yang banyak terjadi sekarang, kebebasan yang menitik beratkan pada BEBAS (berasumsi seBebas-bebasnya)
pada dasarnya tetap ada aturan main dari bebas (itu yang penting), jangan anggap semua peraturan berarti pengekangan terhadap bebas... peraturan ada untuk mempertanggung jawabkan kebebasan itu sendiri jika ada yang bertanya.

"oknum" penjegal kebebasan dan penyeleweng kebebasan akan selalu ada di setiap aspek..., hanya masalah bagaimana kita mampu bersikap dan menanggapinya saja, jangan ikutin mereka coz itu berarti kita tidak bebas juga kan...??!! ;)

kalo contoh kebebasan yang baik itu relatif, jadi saya tidak akan mencontohkannya, berbagi cara aja ya untuk mengukur kebebasan yang baik.... (klo ada yg lain kasih tau saya juga)

  1. "lihat" apakah kebebasan itu mengganggu/menyinggung orang lain?
  2. jujurlah, apakah kebebasan itu mengganggumu atau malah membuatmu "lupa" dengan orang lain?
jika jawaban dari keduannya adalah "Ya" mungkin itu bukan kebebasan yang baik.

salam perjuangan,

3 komentar:

  1. dalam arti kebebasan mungkin luas ya tapi setahuku kebebasan itu bukan tanpa batas tapi sebab akibat dari kebebasan kita itu baik apa nggak ? ada BAIK, BENAR & PANTAS nah mungkin sebuah kebebasan yang kita lakukan baik menurut kita tapi apa itu pantas buat orang lain atau lingkungan kita dan belum tentu juga itu benar kan ?
    jadi ........

    BalasHapus
  2. IMHO, 'Kebebasan' ini sebenarnya dalam konteks individu, dan hanya dalam batasan tiap individu. Jadi dalam konteks masyarakat yang terdiri dari beberapa individu, tiap individu tetap memegang kebebasannya masing-masing di lingkup pribadinya.

    Kebebasan itu tidak keluar atau menyentuh ke kebebasan individu lainnya. Kalau pun sampe menyentuh orang lain, berarti kebebasan itu juga harus sama nilainya (satu frekwensi, sejalan). Begitu seterusnya, berkembang dalam bentuk kelompok. Tapi kalo sampe berbeda (saat berekspresi), berarti dia menabrak kebebasan orang lain/kelompok lain, dan itu berarti konflik. Saat konflik terjadi, hukum/peraturan/norma/adat/budaya masyarakat di sekitar kejadian (daerah/negara) yang menjadi acuan penengahannya. Makanya konteks 'menyinggung' itu tergantung pula dalam situasi, kondisi & tempat tertentu. Semuanya serba relatif, tidak absolut.

    Jadi, kebebasan ≠ absolut di masyarakat, tapi kebebasan = absolut di tiap individu.

    Contoh paling gampang adalah tempat kita bekerja, bahkan di negara mbahnya demokrasi. Tempat kerja bukan tempat 'kebebasan'. Ada strata komando & peraturan yang harus dituruti dalam struktur kerja, tidak bisa seenaknya sendiri. Tapi tiap individu berhak/bebas untuk menentukan sikap (saat konflik/ketidakcocokan atau yang laen): tetap tinggal di situ atau cabut! Nah, itu hak absolut individu (pekerja).

    Wah sori yo Ton lek maleh dowo komentar'e hehehe...

    BalasHapus
  3. mari kita cba mengulang,merenungkan lagi kata kebebasan itu...
    bukannya kebebasan itu cuma fatamorgana?
    g ada yg bebas...
    memikirkan adalah sesuatu usaha yang bagus..
    mari kita telaah lagi...

    BalasHapus